Langsung ke konten

SAK EMKM: standar akuntansi untuk usaha mikro, kecil, dan menengah.

SAK EMKM adalah standar akuntansi paling sederhana dari IAI, untuk entitas tanpa akuntabilitas publik yang memenuhi kriteria UMKM. Laporannya hanya tiga: laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan. Semua aset dicatat sebesar biaya perolehan, tanpa nilai wajar, penurunan nilai, atau pajak tangguhan.

Terakhir diperiksa:

Siapa yang boleh memakai SAK EMKM?

SAK EMKM adalah pilar keempat dalam Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia (KSPKI) yang berlaku 1 Januari 2024. Penggunanya adalah entitas tanpa akuntabilitas publik yang memenuhi kriteria usaha mikro, kecil, dan menengah menurut UU 20/2008 selama dua tahun berturut-turut. Contohnya warung, toko, bengkel, agensi kecil, dan pedagang.

Entitas yang punya transaksi syariah menambahkan PSAK dan ISAK Syariah (nomor 401 sampai 412 dan 459) di atas pilar yang dipakainya.

Empat pilar standar akuntansi di Indonesia (KSPKI)
PilarStandarUntuk siapa
1SAK InternasionalEntitas tertentu yang ditetapkan regulator pasar modal
2SAK IndonesiaEntitas dengan akuntabilitas publik, seperti emiten, bank, dan asuransi
3SAK Entitas Privat (SAK EP)Entitas tanpa akuntabilitas publik
4SAK EMKMEntitas tanpa akuntabilitas publik yang memenuhi kriteria UMKM

Laporan keuangan apa saja yang wajib dibuat?

Hanya tiga laporan: laporan posisi keuangan (neraca) di akhir periode, laporan laba rugi selama periode, dan catatan atas laporan keuangan (CALK). CALK berisi pernyataan bahwa laporan disusun sesuai SAK EMKM, ikhtisar kebijakan akuntansi, dan penjelasan pos penting. Laporan arus kas dan perubahan ekuitas tidak diwajibkan.

  • Laporan posisi keuangan: kas dan setara kas, piutang, persediaan, aset tetap, utang usaha, utang bank, dan ekuitas.
  • Laporan laba rugi: pendapatan, beban keuangan, beban pajak, dan laba atau rugi.
  • CALK: dasar penyusunan, kebijakan akuntansi, dan rincian pos yang material.

Apa saja penyederhanaan dalam SAK EMKM?

Penyederhanaan utamanya adalah semua pos diukur dengan biaya historis. Aset tetap disusutkan garis lurus atau saldo menurun tanpa nilai residu, tidak ada uji penurunan nilai, tidak ada provisi, dan tidak ada pajak tangguhan. Sewa dan biaya pinjaman langsung dibebankan. Ringkasan ini berasal dari draf eksposur SAK EMKM.

Penyederhanaan di atas diambil dari draf eksposur SAK EMKM dan belum dicocokkan baris per baris dengan teks final. Untuk keputusan penting, cek teks resmi dari IAI atau tanyakan akuntan Anda.

TopikPerlakuan di SAK EMKM
PengukuranBiaya historis, tanpa nilai wajar
Aset tetapDisusutkan garis lurus atau saldo menurun, tanpa nilai residu
Penurunan nilai asetTidak diatur
Aset takberwujud yang dibuat sendiriDibebankan saat terjadi
SewaPembayaran sewa diakui sebagai beban
Biaya pinjamanDibebankan
Pajak penghasilanBeban pajak sesuai ketentuan pajak, tanpa pajak tangguhan
Valuta asingDicatat dengan kurs tanggal transaksi, tanpa penjabaran ulang
HibahDiakui sebagai penghasilan saat diterima

Kapan harus pindah ke SAK EP?

Pindah ke SAK EP saat usaha tidak lagi memenuhi kriteria UMKM, atau saat bank, investor, atau auditor meminta laporan yang lebih lengkap. Perpindahan hanya boleh naik: dari SAK EMKM ke SAK EP, tidak sebaliknya. Bekas pengguna SAK ETAP juga tidak boleh turun ke SAK EMKM.

  • Omzet atau aset sudah melewati batas usaha menengah.
  • Bank meminta laporan arus kas dan perubahan ekuitas untuk kredit.
  • Investor masuk dan meminta laporan yang diaudit dengan standar lebih lengkap.
  • Usaha mulai punya anak perusahaan atau transaksi yang tidak diatur SAK EMKM.

Bagaimana memulai pembukuan sesuai SAK EMKM?

Mulailah dengan memisahkan rekening usaha dari rekening pribadi, menyusun daftar akun sederhana, dan mencatat setiap penjualan, pembelian, dan biaya dengan bukti. Hitung saldo awal kas, piutang, persediaan, aset tetap, dan utang. Setiap akhir bulan, susun neraca dan laba rugi, lalu lengkapi CALK di akhir tahun.

  1. Pisahkan uang usaha dan uang pribadi.
  2. Susun daftar akun: kas, bank, piutang, persediaan, aset tetap, utang, modal, pendapatan, dan beban.
  3. Catat saldo awal per tanggal mulai pembukuan.
  4. Catat transaksi harian dengan bukti, lalu cocokkan saldo bank setiap bulan.
  5. Hitung penyusutan aset tetap dengan metode yang sama setiap tahun.
  6. Susun laporan posisi keuangan, laba rugi, dan CALK di akhir tahun.

Pertanyaan umum

Apakah SAK EMKM wajib untuk UMKM?

UMKM tanpa akuntabilitas publik boleh memilih SAK EMKM, SAK EP, atau standar yang lebih lengkap. SAK EMKM adalah pilihan paling sederhana. Untuk koperasi, Permenkop UKM 2/2024 mengatur kebijakan akuntansinya; IAI menerbitkan materi penjelasannya.

Apakah SAK EMKM mengenal pajak tangguhan?

Tidak. Beban pajak penghasilan di SAK EMKM dihitung sesuai ketentuan pajak yang berlaku, tanpa pajak tangguhan. Ini cocok untuk usaha yang memakai PPh final 0,5%, karena pajaknya dihitung dari omzet.

Bolehkah kembali ke SAK EMKM setelah memakai SAK EP?

Tidak. Dalam KSPKI, perpindahan standar hanya boleh naik. Entitas yang sudah memakai SAK EP, atau dulu memakai SAK ETAP, tidak boleh pindah ke SAK EMKM, walaupun omzetnya turun kembali ke batas usaha kecil.

Hitung otomatis tiap bulan di Numeriya

Gaji, pajak, dan pembukuan dihitung dari aturan yang sama, lalu tercatat rapi di laporan keuangan Anda.

Coba gratis 14 hari

Tanpa kartu kredit · Bisa ajak akuntan Anda