Siapa yang memakai PSAK 115?
PSAK 115 berlaku untuk entitas yang memakai SAK Indonesia, seperti perusahaan terbuka dan perusahaan lain yang memilih SAK Indonesia. Entitas yang memakai SAK EP mengikuti bab pendapatan di SAK EP, dan pengguna SAK EMKM mengikuti ketentuan pendapatan di SAK EMKM. Prinsip dasarnya mirip: pendapatan mengikuti penyerahan, bukan penerimaan kas.
Standar pendapatan yang lebih lama, dulu PSAK 23, sudah dicabut sejak 2020 ketika standar pendapatan berbasis kontrak mulai berlaku. Nomor PSAK 115 dipakai sejak penomoran baru 1 Januari 2024.
Apa lima langkah pengakuan pendapatan?
Pertama, identifikasi kontrak dengan pelanggan. Kedua, identifikasi kewajiban pelaksanaan, yaitu janji menyerahkan barang atau jasa yang berbeda. Ketiga, tentukan harga transaksi. Keempat, alokasikan harga ke setiap kewajiban pelaksanaan. Kelima, akui pendapatan saat atau selama setiap kewajiban dipenuhi. Urutan ini berlaku untuk semua jenis usaha.
- Identifikasi kontrak: ada persetujuan, hak dan syarat pembayaran jelas, punya substansi komersial, dan pembayaran kemungkinan besar diterima.
- Identifikasi kewajiban pelaksanaan: pisahkan barang atau jasa yang bisa dinikmati pelanggan secara terpisah, misalnya perangkat dan layanan pemeliharaan.
- Tentukan harga transaksi: jumlah yang diharapkan diterima, di luar pajak yang dipungut untuk negara seperti PPN, dan memperhitungkan diskon atau potongan.
- Alokasikan harga: bagi harga transaksi ke setiap kewajiban berdasarkan harga jual berdiri sendiri masing-masing.
- Akui pendapatan: pada suatu waktu (saat kendali berpindah) atau sepanjang waktu (selama jasa diberikan).
Kapan pendapatan diakui pada suatu waktu atau sepanjang waktu?
Pendapatan diakui sepanjang waktu jika salah satu syarat terpenuhi: pelanggan menerima manfaat sambil jasa diberikan, pekerjaan menciptakan aset yang dikendalikan pelanggan, atau aset tidak punya alternatif lain dan Anda berhak atas pembayaran untuk pekerjaan yang sudah selesai. Jika tidak, pendapatan diakui pada saat kendali berpindah.
| Contoh transaksi | Waktu pengakuan |
|---|---|
| Penjualan barang di toko | Pada suatu waktu, saat barang diserahkan |
| Langganan software atau layanan bulanan | Sepanjang waktu, merata selama masa langganan |
| Jasa pemeliharaan setahun | Sepanjang waktu, selama masa pemeliharaan |
| Konstruksi di tanah milik pelanggan | Sepanjang waktu, sesuai kemajuan pekerjaan |
Bagaimana contoh langganan yang dibayar setahun di muka?
Perusahaan menjual langganan software 12 bulan seharga Rp12.000.000 (di luar PPN) yang dibayar lunas 1 Januari. Uang yang diterima dicatat sebagai liabilitas kontrak (pendapatan diterima di muka), bukan pendapatan. Setiap akhir bulan, Rp1.000.000 dipindahkan ke pendapatan, sehingga pada 31 Desember seluruh Rp12.000.000 sudah diakui.
Jika laporan dibuat per 31 Maret, laba rugi hanya menunjukkan pendapatan Rp3.000.000, walaupun kas Rp12.000.000 sudah diterima. Inilah perbedaan utama antara pendapatan dan penerimaan kas.
- 1 Januari: Dr Kas Rp12.000.000; Cr Liabilitas kontrak Rp12.000.000 (PPN dicatat terpisah sebagai utang PPN).
- Akhir setiap bulan: Dr Liabilitas kontrak Rp1.000.000; Cr Pendapatan langganan Rp1.000.000.
- Pada 30 Juni: pendapatan yang sudah diakui Rp6.000.000, sisa liabilitas kontrak Rp6.000.000 di neraca.
Bagaimana jika satu kontrak berisi barang dan jasa sekaligus?
Pisahkan menjadi beberapa kewajiban pelaksanaan dan alokasikan harga berdasarkan harga jual berdiri sendiri. Misalnya mesin kasir dan pemeliharaan setahun dijual paket Rp9.000.000, dengan harga terpisah Rp8.000.000 dan Rp2.000.000. Mesin diberi alokasi Rp7.200.000 yang diakui saat diserahkan, dan pemeliharaan Rp1.800.000 diakui merata selama 12 bulan.
Perhitungannya: total harga terpisah Rp10.000.000. Bagian mesin 8/10 × Rp9.000.000 = Rp7.200.000, bagian pemeliharaan 2/10 × Rp9.000.000 = Rp1.800.000, atau Rp150.000 per bulan.